Sesi4 : Eksplorasi Diri

Home / Bimbingan Konseling / Sesi4 : Eksplorasi Diri

[ Beranda ]  [ Sesi 1 ]  [ Sesi 2 ]  [ Sesi 3 ]  [ Sesi 4 ]  [ Sesi 5 ]  [ Sesi 6 ]

Kegiatan ini untuk membantu Anda dalam mengembangkan sikap dan keyakinan dalam pencapaian cita-cita. Seringkali kita dihadapakan pada keharusan untuk mengambil keputusan dalam waktu singkat, namun belum berefleksi banyak tentang hal yang harus diputuskan dan belum paham akan keharusan untyuk mengolah informasi tentang diri sendiri dan lingkungan hidupnya. Selain itu, tidak paham akan perbedaan antara keputusan yang definistif dan yang tidak definitif. Selain itu, tidak jarang kita kelihatannya sudah yakin akan tindakan yang diambil, namun ternyata hanya mengikuti kehendak orang lain tanpa disertai pengolahan informasi tentang diri sendiri dan lingkungan hidupnya serta perencanaan yang matang. Kita yang hanya mendasarkan perencanaan hanya atas keinginan-keinginan, tanpa meninjau apakah keadaan dirinya dan situasi hidupnya memungkinkan keinginannya dapat terpenuhi. Peserta diidk mungkin mempunyai taraf aspirasi yang tinggi, tetapi kurang realistik.

Dalam menentukan pilihan sekolah pada jenjang pendidikan lanjutan, merupakan rencana awal dalam mengembangkan rencana keputusan. Suatu pilihan yang diputuskan, akan mempunyai sangkut paut dengan pendidikan yang harus ditempuh untuk mempersiapkan diri dalam pekerjaan yang diinginkan. Sebaliknya, keputusan tentang pendidikan yang akan ditekuni akan mempunyai implikasi langsung terhadap pekerjaan yang akan ditekuni setelah menamatkan pendidikan. Oleh karena itu, kita perlu mencari informasi tentang jenis-jenis pekerjaan agar mendapatkan pemahaman yang lebih luas agar dapat mengembangkan rencana pemilihan karir. Menurut Dillard (1985, hlm,  5-10) sedikitnya ada tujuh tangga/ langkah untuk mencapai kesuksesan karir. Pertama, individu harus mengenali bakat (aptitudes). Perencanaan karir dapat dimulai dengan analisis bakat atau kemampuan yang tidak berkembang dan bakat atau kemampuan yang alami. Dengan adanya analsis ini, individu akan memiliki kesadaran tentang kekuatan dan kelemahan mental dan fisiknya, sehingga pemahaman yang dimilikinya ini memungkinkan untuk menjadi dasar dalam meramalkan sukses yang akan dicapai dalam karirnya kelak.Kedua, individu perlu memperhatikan minat-minat (interests). Minat perlu diperhatikan didalam perencanaan karir. Individu yang mampu mengidentifikasi karir yang diminatinya cenderung memiliki perencanaan karir yang matang.

Ketiga, individu perlu memperhatikan nilai-nilai (values). Individu akan mengalami kepuasan bila karir yang dijalaninya sesuai dengan nilai-nilai yang dianutnya. Oleh karena itu, individu seharusnya mengidentifikasi nilai-nilai yang dianutnya dalam kaitannya dengan karir tertentu yang akan dipilihnya.

Keempat, individu perlu memperhatikan kepribadiannya (personality). Kesesuaian antara kepribadian dan karir yang dipilihnya merupakan satu hal yang penting dalam perncanaan karir. Kesesuaian ini penting karena kepribadian dapat membuat perbedaan antara kesuksesan yang dicapai dalam karir tertentu oleh individu yang satu dengan individu lainnya.

Kelima, individu perlu memperhatikan kesempatan karir. Tidak semua kesempatan karir sesuai dengan potensi individu. Individu seharusnya belajar mengenai pekerjaan yang potensial sesuai dengan kemapuannya. Dalam perencanaan karir, individu dapat menyesuaikan dan mengembangkan kesempatan karir yang sesuai dengan kemampuannya.

Keenam, individu perlu memperhatikan penampilan karir. Penampilan diri individu seharusnya konsisten dengan perilaku dan harapan dalam karir. Pemahaman tentang standar atau kriteria karir akan membantu individu mempertahankan pekerjaannya.

Ketujuh, individu perlu memperhatikan gaya hidupnya. Keberhasilan dalam perencanaan karir tergantung pada cara individu mengintegrasikan gaya hidupnya dengan pilihan karir yang terbuka baginya.

Selain langkah-langkah yang dikemukakan oleh Dillard di atas, secara sederhana Muhammad Assad (www.kompasiana.com) mengemukakan dalam proses pemilihan karir dapat dimulai dengan 3P+3H (Positive-Presistence-Pray) + (Honest-Humble-Helpful) = Sukses Karir.

Untuk menentukan jenis pekerjaan yang akan dipilih sebaiknya mempertimbangkan kesesuaian antara minat, bakat dan kepribadian yang dimiliki sehingga diperoleh pilihan yang tepat. Walaupun bidang pekerjaan akan itu akan anda masuki setelah lulus dari SMA/ Perguruan Tinggi akan tetapi rencana keputusan itu harus dilakukan sekarang agar anda dapat mempersiapkan dan membekali diri guna memenuhi persyratan yang dituntut bidang pekerjaan itu. Hal ini dilakukan untuk menghindarkan diri anda dari kebingungan setelah lulus sekolah. Kebigungan atau kegiatan tanpa arah selepas lulus SMA, mesti dihindarkan bila anda ingin berhasil mencapai cita-cita dalam kehidupan.

Anda dapat memulai membuat keputusan karir dalam bidang pekerjaan yang diminati dengan langkah-langkah berikut :

 

 

Form isian sesi 4 (klik disini)

Isi Form tersebut dibawah ini :